• Tentang Diri

    Nama : Dwi Aryssandhy S
    Phone : 0816597822 / 081336155858
    Status : InsyaALLAH menuju FULL TDA
    "Dicintai-mu dan disegani-nya"

  • Kategori

  • Memori

Gambaran Perusahaan atau Bisnis

Dalam mengarungi dunia bisnis, tentu banyak hal yang perlu kita cermati dan dapat kita pelajari sebagai bahan bagi kita untuk meningkatkan kinerja kita di perusahaan ataupun dalam meningkatkan kekuatan bisnis usaha kita sehingga dapat tumbuh dan berkembang seperti layaknya sebuah pohon. Pohon ini kita ambil perumpamaan karena memang pohon cukup banyak memberikan inspirasi bagi kita semua mengenai pertumbuhan dan perkembangan.

Sangat mafhum dalam benak kita, bahwasanya awal mula pohon berupa bibit yang kemudian tumbuh akar dan dibarengi dengan pertumbuhan sebuah batang. Mengapa sebuah pohon menumbuhkan akar terlebih dahulu dan batang, bukan langsung sebuah daun? Tentunya kalau kita melihat unsur logis akan menjawab tidak logis daun dahulu karena memang sejak kecil kita memperoleh ilmu bahwa daun tumbuh di dahan-dahan sehingga logika berfikir kita pun akan merunut demikian.

Namun ALLAH SWT tentu memiliki hikmah tersendiri dalam proses tumbuh dan berkembangnya sebuah pohon. Diawali dengan akar dan seiring sejalan dengan perkuatan akar, maka batang pun tumbuh. Akar dalam sebuah perusahaan maupun bisnis merupakan penjelmaan dari vision (visi), values (nilai atau budaya perusahaan), kapabilitas, serta sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan maupun bisnis. Dengan visi yang kuat dan kokoh, budaya yang tertanam cukup dalam di setiap perilaku SDM yang ada di perusahaan maupun dalam bisnis, menjadi titik tolak dan bekal bagi perusahaan maupun bisnis untuk terus tumbuh dan berkembang. Namun, akar saja tentulah tidak cukup. Batang yang tumbuh seiring dengan penguatan akar, dan semakin lama semakin membesar dan meninggi, menunjukkan perlunya pemantapan strategi yang akan menjamin berlangsungnya roda perusahaan maupun usaha. Di samping itu pula perlunya system yang menguatkan kemampuan strategi dalam mengeksekusi strategi tersebut yang terkait dengan visi serta nilai / budaya perusahaan atau bisnis. Kulit – kulit dari sebuah batang pohon berupa inovasi – inovasi yang tiada henti, baik itu inovasi terhadap produk, system, maupun strategi semakin menunjukkan eksistensi sebuah pohon berupa perusahaan maupun bisnis. Kemudian dengan semakin tumbuh dan berkembangnya sebuah pohon, maka daun – daun mulai tumbuh mekar menunjukkan kesempurnaan sebuah bangunan pohon yang indah dengan pola marketing, ide penjualan, pelayanan yang berorientasi kepada pelanggan, serta kemitraan dengan berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan maupun bisnis. Daun – daun yang tumbuh awal mulanya kecil yang mengikuti pola batang dan akar yang juga masih belum kokoh. Namun seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan akar dan batang, maka daun – daun yang kecil berganti dengan daun – daun yang menyesuaikan dengan akar dan batang pohon. Begitu pula dengan marketing, pelayanan, penjualan serta kemitraan dalam sebuah perusahaan maupun bisnis. Akan terus berganti seiring dengan tumbuh dan berkembangnya perusahaan ataupun bisnis.

Hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa tumbuh dan berkembangnya sebuah pohon menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mengetahui sendi – sendi kehidupan sebuah perusahaan maupun bisnis. Tentunya kita merasa tidak nyaman dengan adanya pohon tanpa daun, tampak ”kering” dan menjemukan. Begitu pula dengan perusahaan. Ditopang dengan adanya bunga dan buah yang merupakan wujud dari hasil perusahaan ataupun bisnis, akan menjadikan perusahaan ataupun bisnis seperti sebuah kehidupan yang menyegarkan, yang menyenangkan berbagai pihak, dan mensejahterakan berbagai sendi – sendi kehidupan.

Pelajaran dari sebuah pohon, akan memberikan banyak manfaat. Bagi kita yang bekerja di perusahaan ataupun memiliki bisnis, maka pastikan akar perusahaan maupun bisnis kita cukup kokoh menopang dengan selalu fokus untuk menguatkan vision, values, kapabilitas, dan sumber daya yang ada di perusahaan maupun bisnis, terlebih sumber daya manusia yang menjadi denyut nadi perusahaan maupun bisnis. Namun, akar yang kokoh tanpa adanya batang, hanyalah merupakan mimpi sebuah pertumbuhan dan perkembangan perusahaan mauapun bisnis. Sehingga hidupkan visi perusahaan maupun bisnis kita dengan strategi, sistem, maupun inovasi sehingga mampu tumbuh dan berkembang dengan kokoh. Sebaliknya, batang strategi, sistem, dan inovasi hanya akan menjadi sebuah mimpi buruk bagi perusahaan maupun bisnis, jika visi maupun values perusahaan hanya berupa akar yang kecil dan lemah.. Kemudian berikan pelayanan yang lebih dari yang diharapkan pelanggan, program marketing yang luar biasa berbeda yang hampir belum terpikirkan oleh pelanggan, serta kemitraan yang saling menguntungkan dan bekerja bersama dalam upaya menyejukkan dan memakmurkan sekitar pohon perusahaan ataupun bisnis.

[kajian Dhuhur] Garis Besar Kajian Dhuhur 1431 H

Assalamu’alaikum

Berikut gambaran menyeluruh mengenai kajian dhuhur cabang Jember pada Romadhon 1431 H kemarin.

Semoga yang sedikit ini dapat memberikan gambaran kepada kita semua mengenai syumuliyyatul Islam

“Ya ALLAH, pertemukan kami semua dengan bulan penuh bonus, yakni bulan romadhon berikutnya dengan tetap dalam keadaan beriman kepada-MU”

Sekian dari kami tim kajian dhuhur Romadhon 1431 H

Kami mengucapkan Taqobballahu Minna Waminkum Shiyamanna Washiyamakum Kullu Amin Wa Antum Bi Khoir

Wassalamu’alaikum

[Sharing] Tips 11 : Menghilangkan Birokrasi Kaku

Birokrasi Kaku berarti pemborosan, pembuatan keputusan yang lambat, persetujuan-persetujuan yang tidak perlu, dan hal-hal lain yang membunuh semangat kompetitif perusahaan, karena terlalu banyak orang yang bekerja hanya sekedar mengelola memo yang merupakan pengulangan-pengulangan perencanaan sehingga menjadi lebih rumit

1. Birokrasi kaku adalah musuh

  • Birokrasi yang kaku takut terhadap perubahan, ngeri terhadap kecepatan, dan membenci kesederhanaan.
  • Temukan jati diri dan jadilah diri sendiri sehingga tidak terkungkung dalam birokrasi yang kaku dan bertanggung jawab terhadap kesuksesan dan kegagalan diri sendiri

2. Hilangkan pekerjaan yang tidak perlu

  • Hindari memantau kinerja anggota yang terlalu dekat dengan diri kita
  • Jauhi membuat memo karena akan menjauhkan kita dari berbicara dengan orang-orang lapangan secara langsung sehingga banyak informasi yang nyata lepas dari padangan kita

3. Pemangkasan lapisan-lapisan manajemen (delayering)akan menciptakan organisasi yang datar dan cepat tanggap

  • Pengendalian yang berlapis akan memperlambat kecepatan organisasi
  • Sederhanakan, dan hilangkan kompleksitas serta formalitas, sehingga dapat membuat organisasi menjadi lean (bebas dari pemborosan) serta agile (tangkas/cepat tanggap)

4. Melakukan ”penyerbukan silang” untuk membuat keputusan-keputusan menjadi lebih cepat dan lebih baik

  • Jauhkan alat-alat dan dokumen yang tidak mendukung pemikiran-pemikiran original/asli

5. Mendukung anggota organisasi untuk mengidentifikasi masalah dan solusi masalah

  • Hindarkan setiap anggota organisasi dalam melakukan upaya-upaya yang menghambat pemberdayaan
  • Hindarkan setiap anggota menilai berdasarkan perasaan, namun biasakan menilai berdasarkan obyektif manfaat terhadap peningkatan kinerja organisasi

6. Menciptakan suasana kerja semi-formal

  • Kirimkan catatan-catatan tulisan pribadi secara informal kepada anggota organisasi
  • Menjaga pertemuan-pertemuan lebih berisi diskusi-diskusi terkait ide untuk melakukan perbaikan atau meningkatkan kinerja organisasi

Let’s Celebrate Our Failure

By : http://forumwirausaha.com/let%E2%80%99s-celebrate-our-failure/

“ We Celebrate our failure” kata Google CEO Eric Schmidt.

“ Mari kita rayakan kegagalan kita “ seperti itulah yang diucapkan oleh Eric Schmidt – CEO Google, dalam sebuah acara Konferensi Tahunan Techonomy sebagai respon atas isu tentang penutupan layanan Google Wave. Banyak yang beranggapan bahwa apapun yang disentuh atau yang digarap oleh Google menjadi sebuah tambang emas. Tetapi penghentian layanan Google Wave mengingatkan kita bahwa tidak demikian.

Dari hal diatas ,kita setuju…Google adalah sebuah perusahaan industry kreatif yang tidak takut mengambil resiko dan menguji ide-ide mereka sekalipun mengalami kegagalan. Boleh saja itu hanya sebagai cambuk atau pernyataan yang bertolak belakang…seolah-olah Google telah gagal, tetapi di sisi lain Google telah menemukan sebuah langkah yang keliru yang dapat dijadikan pembelajaran dalam pengembangan teknologi selanjutnya.

Berikut catatan kegagalan Google – “ rest in peace service “

  1. Google Wave                 ( Mei 2009 – Agustus 2010 )
  2. Google Search Wiki        ( Nopember 2008 – Maret 2010 )
  3. Google Audio Ads           ( Januari 2006 – Februari 2009 )
  4. Google Video                 ( Januari 2005 – Januari 2009 )
  5. DodgeBall.com              ( Mei 2005 – Januari 2009 )
  6. Jaiku                             ( Oktober 2007 – Januari 2009 )
  7. Google Notebook           ( Mei 2006 – Januari 2009 )
  8. Google Catalog              ( Desember 2001 – Januari 2009 )
  9. Google Print Ads            ( Nopember 2006 – Januari 2009 )

10.  Google Page Creator      ( April 2006 – Agustus 2008 )

11.  Google Answers             ( April 2002 – Nopember 2006 )

Persiapan untuk “ RIP “ berikutnya :

  1. Orkut                            ( januari 2004 – ……)
  2. Google Buzz                  ( Februari 2010 – …… )
  3. Google SideWiki             ( September 2009 – …… )
  4. Google Knol                  ( Juli 2008 – …… )

Kegagalan Google boleh jadi hanya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan ide dan teknologi yang lebih gila dan out of the box. Berikut sukses Besar Google yang sampai saat ini masih belum tergoyahkan dan beberapa pengembangan :

  1. Google – Search engine yang mendominasi 80 % user
  2. Google Adsense – mendominasi layanan Iklan online hampir di 90 %
  3. Google Adword – Layanan Iklan yang masih belum tergoyahkan bahkan oleh Facebook sekalipun
  4. Google Maps – Peta virtual dipakai sebagai platform GPS modul
  5. Google Earth – Sama dengan Maps ( lebih kepada bentuk kontur bumi )
  6. Android mobile Operating system – bersaing ketat dengan Apple ( Iphone ) – RIM ( Blackberry )
  7. Gmail – Layanan surat elektronik dengan dominasi 80 % user
  8. Google Apps – Layanan Google untuk Bisnis

Namun dari sederatan kegagalan itu….kita tunggu sepak terjang Google kemudian…The game just begin –  “ permainan baru saja dimulai ”

Sekarang pertanyaannya : SUDAH BERAPA KALI KEGAGALAN ANDA ??? dan Bagaimana anda menyikapi kegagalan anda

Sumber : http://searchengineland.com/lets-celebrate-googles-biggest-failures-48165

Kita menjadi pribadi yang kuat, saat kita tidak mengijinkan kelemahan menghalangi penggunaan kekuatan kita

*Sahabat saya yang hatinya baik, *

*Kita menjadi pribadi yang kuat, saat kita tidak mengijinkan kelemahan menghalangi pengunaan dari kekuatan kita.*

*Kemudian, kita menjadi pribadi yang khusus saat kita menggunakan kekuatan untuk kebaikan sesama.*

*Maka, kuatkanlah diri Anda, dan abdikanlah penggunaan dari kekuatan Anda untuk mendamaikan dan menguatkan jiwa-jiwa yang merindukannya. *

*[ Mario Teguh – Loving you all as always; July 02, 2010 ]*

Sahabat Super Indonesia yang baik, Mudah-mudahan Super Point di atas dapat menambah dan membangunkan semangat dan kepercayaan akan diri kita, yang mungkin telah mulai melemah, atau pudar.
Kita harus bisa menjadi pribadi yang damai, yang baik dan yang menghormati diri sendiri sehingga kita dapat menjadikan diri kita sebagai pelayan-pelayan kebaikan bagi Tuhan dan sesama.

Terimakasih dan salam super

[Sharing] Tips 10 : Segera Lakukan Tindak lanjut hasil

Tindak lanjut adalah satu ukuran kunci keberhasilan. Anda tidak akan mencapai sesuatu dan akan tetap seperti keadaan semula, jika Anda tidak mampu berubah melalui implementasi ide terbaik di organisasi Anda!!!”

1. Menunjukkan konsistensi keteguhan hati terhadap segala sesuatu

  • Pastikan nilai-nilai perusahaan benar-benar hidup dan berlangsung baik pada setiap tingkat dalam organisasi
  • Temukan cara mengubah padangan tim secara konsisten
  • Temukan ide terbaik, saring dan tingkatkan ide tersebut, dan buatlah menjadi lebih sederhana untuk dimengerti dan mudah dipraktikkan
  • Komunikasikan terus-menerus ide terbaik yang ada

2. Pastikan setiap sasaran telah tercapai

  • Tindaklanjuti setiap sasaran/target bisnis yang belum tercapai dengan tindakan yang terbaik
  • Ungkapkan praktik terbaik yang telah dilakukan jika target tercapai

3. Pilih beberapa tema kunci dan ulangi terus-menerus tema kunci tersebut

  • Tema kunci harus diulang-ulang dan dibahas dalam organisasi
  • Tambahkan bobot pembahasan sehingga tampak adanya upaya yang konsisten untuk melakukan tindak lanjut terhadap tema kunci tersebut

4. Perluas jangkauan komunikasi untuk mencapai semua orang

  • Gunakan prinsip bola salju yang terus-menerus bergulir mencapai orang-orang dalam organisasi
  • Sampaikan pesan dalam bentuk sederhana dan konsisten, mengulang-ulangi pesan yang ada, sehingga dapat menjangkau smua orang dalam organisasi

5. Tetap  konsisten, konsisten, dan konsisten

  • Konsisten adalah hal yang amat penting dalam setiap tindak lanjut
  • Tindak lanjuti setiap strategi bisnis untuk memuluskan jalan menuju kesuksesan organisasi

[Sharing] Tips 9 : Carilah ide Terbaik dari mana saja

“Jangan berasumsi bahwa Anda mengetahui semua hal. Selalu berasumsi bahwa Anda dapat belajar dari orang lain, belajar dari teman, atasan, bawahan, bahkan dari pesaing sekalipun!!!”

1. Ide dapat berasal dari mana saja

  • Kualitas ide tidak bergantung kedudukan dalam organisasi
  • Ide dinilai berdasarkan manfaat, bukan siapa yang mengemukakan ide tersebut

2. Mendorong pertukaran ide-ide terbaik

  • Saling berbagilah yang Anda ketahui dengan orang lain tentang ide-ide segar dan terbaik
  • Hindari pembatasan terhadap pertukaran ide karena alasan kedudukan dalam organisasi
  • Biarkan ide-ide terbaik mengalir secara bebas tidak hanya dalam unit Anda, tetapi bahkan antar perusahaan
  • Jalankan ide-ide terbaik bersama komponen organisasi

3. Mengembangkan situasi ”haus yang tiada henti” terhadap ide-ide terbaik

  • Yakinkan bahwa Anda memerlukan ide-ide terbaik dari lingkungan Anda
  • Yakinkan bahwa Anda mendengarkan ide-ide terbaik dari lingkungan Anda
  • Rayakan jika ditemukan ide-ide terbaik itu

4. Mempelajari pesaing

  • Tempat terbaik dalam belajar ide terbaik adalah dari para pesaing!
  • Luangkan waktu belajar dari para pesaing untuk memperoleh perspektif yang berbeda

5. Menyesuaikan teknik dan proses baru dari perusahaan lain

  • Bangun kultur kualitas dalam perusahaan, baru adopsi teknik canggih dari berbagai sumber perusahaan dunia
  • Pelajari dari teknik dan proses perusahaan dunia, dan adopsi dalam perusahaan sesuai dengan keperluan perusahaan
  • Padukan teknik dan proses baru dengan teknik dan proses yang terbaik yang ada dalam perusahaan

6. Hargai tim/karyawan/rekan kerja yang menyumbangkan ide terbaik

  • Berikan prioritas utama terhadap kepada komponen organisasi terhadap pentingnya ide-ide terbaik
  • Lakukan pertemuan rutin untuk memperoleh ide terbaik, dan pastikan dapat diterjemahkan secara cepat dalam tindakan
  • Temukan cara paling efektif untuk menghargai setiap komponen organisasi yang menyumbangkan ide-ide terbaik dan menerapkan dalam praktik terbaik
  • Ide terbaik akan percuma jika hanya disimpan tanpa dibagi dan diterapkan secara bersama-sama